KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur kami panjatkan kehadirat
Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas segala limpahan dan Rahmat_Nya, sehingga saya
dapat menyelesaikan penyusunan Makalah berjudul “KESADARAN DAN KETIDAKSADARAN DAN KONSEP DASAR PSIKOLOGI”ini, Dalam
bentuk material maupun moral isinya yang sangat sederhana. namun Semoga Makalah
ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi
pembaca senantisa banyak kekurangan dalam Makalah ini kemudian hari akan
perbaikan administrasi pendidikan dalam
profesi keperawatan (FIKES).
Harapan saya
semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para
pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga
kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya
akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang.
Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan
masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Surabaya,24 september 2015
Penyusun
TUGAS MAKALAH

Di susun oleh :
Nama:
Yus Kogoya
Npm:
14142010003
Program
: S1. keperawatan
FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS
MERDEKA
SURABAYA
2015
DAFTAR ISI
Kata pengantar........................................................................................ i
Datar
Isi ................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
1.1.Latar
Belakang .............................................................................. 1
1.2.Rumusan
masalah ......................................................................... 1
1.3.Tujuan .......................................................................................... 1
1.4.Manfaat ........................................................................................ 1
BAB II KONSEPTEORI
A.Pengertian ....................................................................................... 2
B.Bentuk bentuk.................................................................................. 2
II.Konsep konsep
dasar fisikologi........................................................... 4
BAB IIIPenutup
A. Kesimpulan..................................................................................... 6
B. Saran............................................................................................... 7
Daftar Pustaka......................................................................................... 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemahaman
tentang kesadaran dan ketidaksadaran manusia merupakan salah satu sumbangan
terbesar dari pemikiran Freud. Menurutnya, kunci untuk memahami perilaku dan
problema kepribadian bermula dari hal tersebut. Ketidakasadaran itu tidak dapat
dikaji langsung, karena perilaku yang muncul itu merupakan konsekuensi
logisnya.Sedangkan kesadaran itu merupakan suatu bagian terkecil atau tipis
dari keseluruhan pikiran manusia. Hal ini dapat diibaratkan seperti gunung es
yang ada di bawah permukaan laut, dimana bongkahan es itu lebih besar di dalam
ketimbang yang terlihat di permukaan.Demikianlah juga halnya dengan kepribadian
manusia, semua pengalaman dan memori yang tertekan akan dihimpun dalam alam
ketidaksadaran.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bentuk bentuk kesadaran dan ketidaksadaran
2. Perilaku setiap indivindu dalam kepribadiannya
2.3 Tujuan
1. Unk mengetahui kesadaran dan
ketidak sadaran
2. Untuk megetahui tingkat
kesadaran
3. Untuk mengetahui
tingkatketidaksadaran
1.4. Mamfaat
1. Untuk mengenal diri Citra
2. Untuk memaparkan bentuk bentuk kesadaran dan
ketidaksadaran
3. Untuk menjadi pribadi yang sadar dalam membagun ego
yang positif
4.
BAB II
KONSEP TEORI
A. Pengertian
Kesadaran dan Ketidaksadaran
Kesadaran merupakan kemampuan individu mengadakan
hubungan dengan lingkungannya serta dengan dirinya sendiri (melalui panca
inderanya) dan mengadakan pembatasan terhadap lingkungannya serta terhadap
dirinya sendiri (melalui perhatian). Alam sadar adalah alam yang
berisi hasil-hasil pengamatan kita kepada dunia luar. Kesadaran adalah
kesadaran akan perbuatan. Sadar artinya merasa, tau atau ingat (kepada keadaan
yang sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya, ingat kembali (dari pingsannya),
siuman, bangun (dari tidur) ingat, tau dan mengerti, misalnya , rakyat telah
sadar akan politik.
I.
Bentuk Bentuk Kesadaran
dan Ketidaksadaran
a. Kesadaran yang telah luput selama-lamanya
Kesadaran jenis ini telah menjadikan seorang manusia
menjadi memandang benar seluruh perbuatannya. Tak peduli lagi dengan rambu-rambu
kebenaran.Orang dengan kondisi kesadaran jenis ini dalam kehidupannya selalu
memandang rendah kepada sesama. Tak pandang bulu, siapapun manusia yang
dilihatnya selalu tampak sisi kelam dan buruknya bagi dia. Tak dapat lagi dia
merasakan getaran kebenaran. Semua tampak benar baginya. Apa yang dilakukannya
seolah kebenaran mutlak baginya.
b. Kesadaran Semu
Bentuk kesadaran jenis ini, seperti layaknya arah
angin yang selalu berubah-ubah. Terkadang ia menyadari kekhilafannya. Namun di
lain fihak ia pun selalu menggantungkan nasibnya bukan secara mutlak pada sang
penguasa alam semesta, melainkan kepada orang-orang yang dia anggap
"pintar". Tak kurang hari ini, bagaimana seorang calon legislatif
bertanya kepada seorang yang pendidikannya jauh di bawah dia. Demi satu hal
saja, bagaimana caranya ia mendapatkan apa yang diinginkannya dengan menjadio
seorang anggota dewan yang terhormat.
c. Kesadaran Hakiki
Kesadaran jenis inilah yang seharusnya kita miliki
saat ini. Dengan kesadaran hakiki, kita dapat merasakan bahwa betapa Allah SWT
sangat menyayangi kita sepenuhnya. Orang dengan kesadaran seperti ini melihat
kehidupan sebagai jalan untuk menuju kebahagiaan abadi. Tak gentar akan
perkataan orang yang mencibir, tak surut langkah ke belakang demi untuk
mempertahankan tanggung jawab yang diberikan - tanggung jawab dihadapan Sang
Pencipta.Ia merasakan setiap langkahnya dibimbing ke arah yang selalu meningkat
menjadi lebih baik. Dalam setiap keadaan, baik atau buruk, ia selalu dapat
merasakan syukur. Ia pun telah mampu menghentikan setiap fitnah hanya sampai di
telinganya saja dan tak ada waktu untuk meneruskan pembahasannya. Ia sanggup
untuk selalu berhati-hati ketika tidak ada orang yang melihat. Karena dalam
pandangannya, saat inilah Mata Sang Pengasih menghisab dirinya dengan tanpa
kesalahan sedikitpun. Ia dapat melayangkan senyuman bahagia saat tengah malam
bertemuNya mengadukan segala kekurangannya.
d. Tingkat Kesadaran
Tingkat kesadaran dibagi menjadi:
Tingkat kesadaran dibagi menjadi:
Ø
Komposmetis:Sadar
sepenuhnya, baik terhadap dirinya maupun lingkungannya. Pasien dapat menjawab
pertanyaan pemeriksa dengan baik.
Ø
Apatis: Pasien tampak
segan dan acuh tak acuh terhadap lingkungannya.
Ø
Delirium: Penurunan
kesadaran disertai kekacauan motorik dan siklus tidur-bangun yang terganggu.
Pasien tampak gaduh, gelisah, kacau, disorientasi dan meronta-ront
Ø
Somnolen (letargie) :Keadaan
mengantuk yang masih dapat pulih bila dirangsang, tapi bila rangsang berhenti,
pasien akan tidur kembali.
Ø
Sopor (Stupor) :Keadaan mengantuk yang dalam.
Bisa dibangunkan dengan rangsang kuat (rangsang nyeri), tapi pasien tidak
bangun sempurna dan tidak dapat memberikan jawaban verbal dengan baik
Ø
. Semi koma Penurunan
kesadaran yang tidak memberikan respon terhadap verbal, dan tidak dapat
dibangunkan sama sekali, tapi reflex (kornea, pupil) masih baik. Respon nyeri
tidak kuat.
Ø
Koma :Penurunan kesadaran yang sangat dalam,
tidak ada gerakan spontan dan tidak ada respon terhadap rangsang nyeri.
1.
Pengertian Psikologi
a.
Psikologi yang dalam istilah lama di sebut ilmu jiwa itu
berasal dari kata bahasa Inggris psychology. Kata psychology merupakan
dua akar kata yang bersumber dari bahasa Greek (Yunani),
yaitu: (1) psyche yang berarti jiwa; (2) logos yang
berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi adalah ilmu jiwa atau bisa di sebut
ilmu yang mempelajari kejiwaan.
b.
Jiwa secara harfiah
berasal dari perkataan sansekerta , yang berarti lembaga hidup
(levensbeginsel), atau daya hidup (levenscracht). Oleh karena jiwa itu
merupakan pengertian yang abstrak, tidak bisa dilihat dan belum bisa
diungkapkan secara lengkap dan jelas, maka orang lebih cenderung
mempelajari “jiwa yang memateri” atau gejala “jiwa
yang meraga/menjasmani”, yaitu bentuk tingkah laku manusia (segala
aktivitas, perbuatan, penampilan diri) sepanjang hidupnya. Oleh karena itu,
psikologi butuh berabad-abad lamanya untuk memisahkan diri dari ilmu filsafat.
2. Pengertian Perilaku
v
Soekidjo (1993:58)
Perilaku diartikan
sebagai suatu aksi-reaksi organisme terhadap lingkungannya. Perilaku baru
terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi, yakni
yang disebut rangsangan sehingga rangsangan tertentu akan menghasilkan
reaksi atau perilaku tertentu.
v
Robert
Kwik (1974)
Perilaku manusia pada
hakikatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungannya sebagai
manifestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.
3. Pengertian Perilaku
v
Sunaryo (2004:3)
Perilaku
manusia adalah aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan respons serta
dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung.
v
Notoatmojo (1997:60)
Perilaku
adalah tindakan atau perilaku suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan
dapat dipelajari.
4. Pengertian Perilaku
v
Notoatmodjo (2003)
Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia
itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara
lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah,
menulis, membaca dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa
yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia,
baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar.
5. Pengertian Perilaku
v
Skinner (1938)
Seorang
Ahli PsikologiPerilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus
atau rangsangan dari luar. Olehkarenaperilakuiniterjadimelalui proses adanya
stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebutmerespons,
makateori Skinner inidisebutteori “S-O-R” atau Stimulus – Organisme –
Respon. Skiner membedakan
adanya dua proses
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Kesadaran merupakan kemampuan individu mengadakan
hubungan dengan lingkungannya serta dengan dirinya sendiri (melalui panca
inderanya) dan mengadakan pembatasan terhadap lingkungannya serta terhadap
dirinya sendiri (melalui perhatian).Bentuk kesadaran meliputi kesadaran yang
telah luput selama-lamanya, kesadaran semu, dan kesadaran hakiki. Psikoanalisa
membagi kesadaran manusia menjadi tiga area, yaitu sadar (conscious),
pra-sadar (pre-conscious/subconscious), dan tak sadar (unconscious). Behavioristik
memandang kesadaran manusia sebagai bentuk yang nampak berupa
perilaku. Humanistik memandang kesadaran manusia termanifestasi di dalam pemberdayaan
diri. Transpersonal menambahkan satu faktor yang merupakan inti dari
perspektif ini, yaitu transendensi—keadaan dimana manusia berhasil memperoleh personal
consciousness dan mengalamiuniversal consciousness. Menurut Maramis bentuk-bentuk
kesadaran yaitu: Kesadaran normal, Kesadaran menurun, Kesadaran meninggi,
Kesadaran waktu tidur, Kesadaran waktu mimpi, Kesadaran waktu disosiasi, Trance, Hipnotis,
Kesadaran yang terganggu.Tingkat Kesadaran meliputi: Komposmetis,
Apatis, Delirium, Somnolen (letargie), Sopor (Stupor), Semi koma, dan Koma.
3.2 Saran
Perawat dan tim kesehatan lainnya penting mengetahui
bentuk-bentuk kesadaran. Bahkan individu dan masyarakat secara umum
pun baik jika mengetahuinya. Agar tingkat kesehatan masyarakat pada umumnya
baik.
DAFTAR PUSTAKA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar