Senin, 20 Mei 2019

tugas makalah KESADARAN DAN KETIDAKSADARAN DAN KONSEP PSIKILOGI



KATA PENGANTAR



Puji dan syukur  kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas segala limpahan dan Rahmat_Nya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan Makalah berjudul “KESADARAN DAN KETIDAKSADARAN DAN KONSEP DASAR PSIKOLOGI”ini, Dalam bentuk material maupun moral isinya yang sangat sederhana. namun Semoga Makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca senantisa banyak kekurangan dalam Makalah ini kemudian hari akan perbaikan  administrasi pendidikan dalam profesi keperawatan (FIKES).
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.






Surabaya,24 september 2015




Penyusun






                                                                         TUGAS MAKALAH
KESADARAN DAN KETIDAKSADARAN DAN KONSEP PSIKILOGI



https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9LVtgEpRP7swbNpnpuxArnsq93Wqokc6OmEatRULElnr9-qkQjxyoO_U5tiffKvu9Bm6_yfcjUWgsimXYsvn-TsCBZ-mVk4lwIAmiIxFRSX6VI8KSmlUxRMbgLQmJ3CZCn0ojoGPkIKg/s170/Stempel+Keperawatan.jpg

Di susun oleh :

Nama: Yus Kogoya
Npm:  14142010003
Program :  S1. keperawatan






FAKULTAS  KEPERAWATAN
UNIVERSITAS MERDEKA
SURABAYA
2015



DAFTAR  ISI

Kata pengantar........................................................................................ i
Datar  Isi ................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................... 1
1.1.Latar Belakang .............................................................................. 1
1.2.Rumusan masalah ......................................................................... 1
1.3.Tujuan .......................................................................................... 1
1.4.Manfaat ........................................................................................ 1
BAB II KONSEPTEORI
A.Pengertian ....................................................................................... 2
B.Bentuk bentuk.................................................................................. 2
II.Konsep konsep dasar fisikologi........................................................... 4
BAB IIIPenutup
A. Kesimpulan..................................................................................... 6
B. Saran............................................................................................... 7
Daftar Pustaka......................................................................................... 7




BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang

Pemahaman tentang kesadaran dan ketidaksadaran manusia merupakan salah satu sumbangan terbesar dari pemikiran Freud. Menurutnya, kunci untuk memahami perilaku dan problema kepribadian bermula dari hal tersebut. Ketidakasadaran itu tidak dapat dikaji langsung, karena perilaku yang muncul itu merupakan konsekuensi logisnya.Sedangkan kesadaran itu merupakan suatu bagian terkecil atau tipis dari keseluruhan pikiran manusia. Hal ini dapat diibaratkan seperti gunung es yang ada di bawah permukaan laut, dimana bongkahan es itu lebih besar di dalam ketimbang yang terlihat di permukaan.Demikianlah juga halnya dengan kepribadian manusia, semua pengalaman dan memori yang tertekan akan dihimpun dalam alam ketidaksadaran.

1.2  Rumusan Masalah 
1.      Bentuk bentuk kesadaran dan ketidaksadaran
2.      Perilaku setiap indivindu dalam kepribadiannya

2.3    Tujuan  
1.      Unk mengetahui kesadaran dan ketidak sadaran
2.      Untuk megetahui tingkat kesadaran
3.      Untuk mengetahui tingkatketidaksadaran
1.4. Mamfaat
1.      Untuk mengenal diri Citra
2.      Untuk memaparkan bentuk bentuk kesadaran dan ketidaksadaran
3.      Untuk menjadi pribadi yang sadar dalam membagun ego yang positif


4.       
BAB II
KONSEP TEORI

A.      Pengertian Kesadaran dan Ketidaksadaran
Kesadaran merupakan kemampuan individu mengadakan hubungan dengan lingkungannya serta dengan dirinya sendiri (melalui panca inderanya) dan mengadakan pembatasan terhadap lingkungannya serta terhadap dirinya sendiri (melalui perhatian).  Alam sadar adalah alam yang berisi hasil-hasil pengamatan kita kepada dunia luar. Kesadaran adalah kesadaran akan perbuatan. Sadar artinya merasa, tau atau ingat (kepada keadaan yang sebenarnya), keadaan ingat akan dirinya, ingat kembali (dari pingsannya), siuman, bangun (dari tidur) ingat, tau dan mengerti, misalnya , rakyat telah sadar akan politik.

I.         Bentuk Bentuk Kesadaran dan Ketidaksadaran
a.       Kesadaran yang telah luput selama-lamanya
Kesadaran jenis ini telah menjadikan seorang manusia menjadi memandang benar seluruh perbuatannya. Tak peduli lagi dengan rambu-rambu kebenaran.Orang dengan kondisi kesadaran jenis ini dalam kehidupannya selalu memandang rendah kepada sesama. Tak pandang bulu, siapapun manusia yang dilihatnya selalu tampak sisi kelam dan buruknya bagi dia. Tak dapat lagi dia merasakan getaran kebenaran. Semua tampak benar baginya. Apa yang dilakukannya seolah kebenaran mutlak baginya.

b.      Kesadaran Semu
Bentuk kesadaran jenis ini, seperti layaknya arah angin yang selalu berubah-ubah. Terkadang ia menyadari kekhilafannya. Namun di lain fihak ia pun selalu menggantungkan nasibnya bukan secara mutlak pada sang penguasa alam semesta, melainkan kepada orang-orang yang dia anggap "pintar". Tak kurang hari ini, bagaimana seorang calon legislatif bertanya kepada seorang yang pendidikannya jauh di bawah dia. Demi satu hal saja, bagaimana caranya ia mendapatkan apa yang diinginkannya dengan menjadio seorang anggota dewan yang terhormat.

c.       Kesadaran Hakiki
Kesadaran jenis inilah yang seharusnya kita miliki saat ini. Dengan kesadaran hakiki, kita dapat merasakan bahwa betapa Allah SWT sangat menyayangi kita sepenuhnya. Orang dengan kesadaran seperti ini melihat kehidupan sebagai jalan untuk menuju kebahagiaan abadi. Tak gentar akan perkataan orang yang mencibir, tak surut langkah ke belakang demi untuk mempertahankan tanggung jawab yang diberikan - tanggung jawab dihadapan Sang Pencipta.Ia merasakan setiap langkahnya dibimbing ke arah yang selalu meningkat menjadi lebih baik. Dalam setiap keadaan, baik atau buruk, ia selalu dapat merasakan syukur. Ia pun telah mampu menghentikan setiap fitnah hanya sampai di telinganya saja dan tak ada waktu untuk meneruskan pembahasannya. Ia sanggup untuk selalu berhati-hati ketika tidak ada orang yang melihat. Karena dalam pandangannya, saat inilah Mata Sang Pengasih menghisab dirinya dengan tanpa kesalahan sedikitpun. Ia dapat melayangkan senyuman bahagia saat tengah malam bertemuNya mengadukan segala kekurangannya.

d.      Tingkat Kesadaran
Tingkat kesadaran dibagi menjadi:
Ø  Komposmetis:Sadar sepenuhnya, baik terhadap dirinya maupun lingkungannya. Pasien dapat menjawab pertanyaan pemeriksa dengan baik.
Ø  Apatis: Pasien tampak segan dan acuh tak acuh terhadap lingkungannya.
Ø  Delirium: Penurunan kesadaran disertai kekacauan motorik dan siklus tidur-bangun yang terganggu. Pasien tampak gaduh, gelisah, kacau, disorientasi dan meronta-ront
Ø  Somnolen (letargie) :Keadaan mengantuk yang masih dapat pulih bila dirangsang, tapi bila rangsang berhenti, pasien akan tidur kembali.
Ø   Sopor (Stupor) :Keadaan mengantuk yang dalam. Bisa dibangunkan dengan rangsang kuat (rangsang nyeri), tapi pasien tidak bangun sempurna dan tidak dapat memberikan jawaban verbal dengan baik
Ø  . Semi koma Penurunan kesadaran yang tidak memberikan respon terhadap verbal, dan tidak dapat dibangunkan sama sekali, tapi reflex (kornea, pupil) masih baik. Respon nyeri tidak kuat.
Ø   Koma :Penurunan kesadaran yang sangat dalam, tidak ada gerakan spontan dan tidak ada respon terhadap rangsang nyeri.



II.     Konsep Konsep Dasar Fisikologi
1.        Pengertian Psikologi
a.       Psikologi yang dalam istilah lama di sebut ilmu jiwa itu berasal dari kata bahasa Inggris psychology. Kata psychology merupakan dua akar kata yang bersumber dari bahasa Greek (Yunani), yaitu: (1) psyche yang berarti jiwa; (2) logos yang berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi adalah ilmu jiwa atau bisa di sebut ilmu yang mempelajari kejiwaan.
b.      Jiwa secara harfiah berasal dari perkataan sansekerta , yang berarti lembaga hidup (levensbeginsel), atau daya hidup (levenscracht). Oleh karena jiwa itu merupakan pengertian yang abstrak, tidak bisa dilihat dan belum bisa diungkapkan secara lengkap dan jelas, maka orang lebih cenderung mempelajari “jiwa yang memateri” atau gejala “jiwa yang meraga/menjasmani”, yaitu bentuk tingkah laku manusia (segala aktivitas, perbuatan, penampilan diri) sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, psikologi butuh berabad-abad lamanya untuk memisahkan diri dari ilmu filsafat.

2.    Pengertian Perilaku
v  Soekidjo (1993:58)
Perilaku diartikan sebagai suatu aksi-reaksi organisme terhadap lingkungannya. Perilaku baru terjadi apabila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan reaksi, yakni yang disebut rangsangan sehingga rangsangan tertentu akan menghasilkan reaksi atau perilaku tertentu.
v  Robert Kwik (1974)
Perilaku manusia pada hakikatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungannya sebagai manifestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.

3.    Pengertian Perilaku
v  Sunaryo (2004:3)
Perilaku manusia adalah aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan respons serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung.
v  Notoatmojo (1997:60)
Perilaku adalah tindakan atau perilaku suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari.



4.    Pengertian Perilaku
v  Notoatmodjo (2003)
Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang mempunyai bentangan yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis, tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca dan sebagainya. Dari uraian ini dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar.
5.    Pengertian Perilaku
v  Skinner (1938)
Seorang Ahli PsikologiPerilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari luar. Olehkarenaperilakuiniterjadimelalui proses adanya stimulus terhadap organisme, dan kemudian organisme tersebutmerespons, makateori Skinner inidisebutteori “S-O-R” atau Stimulus – Organisme – ResponSkiner membedakan adanya dua proses
















BAB III
PENUTUP
3.1  Kesimpulan
Kesadaran merupakan kemampuan individu mengadakan hubungan dengan lingkungannya serta dengan dirinya sendiri (melalui panca inderanya) dan mengadakan pembatasan terhadap lingkungannya serta terhadap dirinya sendiri (melalui perhatian).Bentuk kesadaran meliputi kesadaran yang telah luput selama-lamanya, kesadaran semu, dan kesadaran hakiki.  Psikoanalisa membagi kesadaran manusia menjadi tiga area, yaitu  sadar (conscious), pra-sadar (pre-conscious/subconscious), dan tak sadar (unconscious). Behavioristik memandang kesadaran manusia sebagai bentuk yang nampak berupa perilaku. Humanistik memandang kesadaran manusia termanifestasi di dalam pemberdayaan diri. Transpersonal menambahkan satu faktor yang merupakan inti dari perspektif ini, yaitu transendensi—keadaan dimana manusia berhasil memperoleh personal consciousness dan mengalamiuniversal consciousness. Menurut Maramis bentuk-bentuk kesadaran yaitu: Kesadaran normal, Kesadaran menurun, Kesadaran meninggi, Kesadaran waktu tidur, Kesadaran waktu mimpi, Kesadaran waktu disosiasi, Trance, Hipnotis, Kesadaran yang terganggu.Tingkat Kesadaran meliputi:  Komposmetis, Apatis, Delirium, Somnolen (letargie), Sopor (Stupor), Semi koma, dan Koma.

3.2  Saran
Perawat dan tim kesehatan lainnya penting mengetahui bentuk-bentuk kesadaran.  Bahkan individu dan masyarakat secara umum pun baik jika mengetahuinya. Agar tingkat kesehatan masyarakat pada umumnya baik. 


DAFTAR PUSTAKA